Bagaimana Behavioural Analytics Memperkuat Kepatuhan terhadap Australia’s Protective Security Policy Framework (PSPF)

Pemerintah Australia memiliki kerangka kerja keamanan yang disebut Protective Security Policy Framework (PSPF). Kerangka ini berisi persyaratan wajib bagi instansi pemerintah untuk melindungi orang, informasi, dan aset yang mereka miliki.

Di era digital seperti sekarang, banyak sistem pemerintah sudah berbasis online dan terhubung ke berbagai jaringan. Pertanyaannya, bagaimana cara memenuhi standar keamanan PSPF di tengah lingkungan kerja yang semakin kompleks?

Salah satu jawabannya adalah menggunakan behavioural analytics (analitik perilaku).

Behavioural analytics dirancang untuk lingkungan kerja modern yang bersifat hybrid—artinya melibatkan manusia dan sistem otomatis seperti AI. Teknologi ini mempelajari pola perilaku normal setiap entitas di dalam jaringan, baik pengguna manusia maupun sistem otomatis. Setelah memahami pola normal tersebut, sistem akan mendeteksi jika ada penyimpangan yang mencurigakan, bahkan yang mungkin tidak terdeteksi oleh alat keamanan tradisional.


Dari Risiko Manusia ke Risiko Hybrid

Ancaman keamanan kini tidak hanya datang dari peretas luar. Laporan terbaru dari Exabeam berjudul From Human to Hybrid 2025 menunjukkan bahwa fokus ancaman kini bergeser ke dalam organisasi.

Istilah From Human to Hybrid menggambarkan perubahan ini. Ancaman tidak lagi hanya berasal dari karyawan yang berniat jahat atau lalai, tetapi juga dari AI agent yang bekerja secara otomatis di dalam jaringan. Jika AI tersebut diretas atau disalahgunakan, ia bisa bertindak seperti “orang dalam” yang canggih—mengakses data, mengubah sistem, dan menyembunyikan jejak dengan cepat dan dalam skala besar.

Beberapa temuan penting dari laporan tersebut:

  • 64% profesional keamanan siber percaya bahwa ancaman dari orang dalam (termasuk AI agent) lebih berbahaya dibandingkan serangan dari luar.

  • 53% organisasi melaporkan peningkatan ancaman orang dalam dalam setahun terakhir.

  • 54% memperkirakan ancaman tersebut akan semakin meningkat dalam 12 bulan ke depan.

  • Di Australia, 84% profesional keamanan memprediksi risiko orang dalam akan meningkat tahun depan.

Data ini menunjukkan bahwa instansi pemerintah perlu menggunakan alat yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman internal yang semakin kompleks.


Memperkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

PSPF mewajibkan instansi pemerintah untuk mengelola risiko keamanan secara aktif dan membangun budaya keamanan yang positif. Behavioural analytics membantu mencapai hal ini melalui:

1. Identifikasi ancaman secara proaktif
Sistem memantau aktivitas manusia dan AI secara terus-menerus. Jika ada pola yang tidak biasa, sistem akan memberikan peringatan lebih awal sebelum masalah menjadi besar.

2. Visibilitas menyeluruh
Teknologi ini memberikan gambaran jelas tentang perilaku normal dan tidak normal dari setiap pengguna atau sistem. Hal ini sangat penting di lingkungan kerja hybrid.

3. Mengurangi kelelahan akibat alert berlebihan
Tidak semua anomali adalah ancaman. Behavioural analytics mampu membedakan aktivitas yang masih wajar dengan yang benar-benar berbahaya, sehingga tim keamanan bisa fokus pada risiko yang paling penting.


Meningkatkan Keamanan Personel dan Entitas Digital

PSPF sangat menekankan keamanan personel, artinya instansi harus mengurangi risiko dari orang dalam yang dipercaya. Behavioural analytics memperluas perlindungan ini tidak hanya untuk manusia, tetapi juga untuk entitas digital seperti akun sistem dan AI agent.

Laporan From Human to Hybrid menunjukkan bahwa meskipun 88% organisasi sudah memiliki program untuk menangani ancaman orang dalam, hanya 44% yang menggunakan behavioural analytics—padahal ini adalah kemampuan dasar untuk mendeteksi ancaman di lingkungan hybrid.

Behavioural analytics membantu dengan cara:

1. Mendeteksi ancaman dari karyawan
Sistem menganalisis pola perilaku jangka panjang. Misalnya, jika seorang pegawai tiba-tiba mengakses data sensitif di luar jam kerja atau di luar tugasnya, sistem akan menandainya sebagai anomali.

2. Mendeteksi akun yang diretas atau AI agent yang menyimpang
Sebanyak 93% profesional keamanan menyatakan bahwa AI meningkatkan risiko ancaman orang dalam. Behavioural analytics dapat mengenali jika sebuah akun atau AI agent menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya, misalnya mengakses sistem yang belum pernah digunakan sebelumnya.

Dengan membuat “baseline” atau standar perilaku normal, sistem bisa mendeteksi ketika ada pembajakan akun atau aktivitas berbahaya.


Melindungi Informasi dan Aset Fisik

Behavioural analytics juga membantu memenuhi persyaratan tata kelola PSPF dalam melindungi informasi dan fasilitas fisik.

Keamanan informasi
Sistem mendeteksi pola akses yang tidak biasa terhadap data sensitif, baik dilakukan oleh manusia maupun AI. Hal ini membantu menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.

Keamanan fisik
Teknologi ini bisa diintegrasikan dengan sistem kontrol akses gedung. Misalnya, jika kartu akses seseorang digunakan untuk masuk ke gedung aman di Canberra, tetapi pada saat yang sama akunnya login dari luar negeri, sistem akan mendeteksi kejanggalan tersebut.


Memenuhi Mandat PSPF dengan Behavioural Analytics

Di tengah meningkatnya ancaman hybrid dari manusia dan AI, behavioural analytics menjadi solusi penting untuk memenuhi standar PSPF.

Solusi dari Exabeam menggabungkan machine learning canggih dengan AI khusus keamanan untuk secara otomatis membangun baseline perilaku setiap pengguna dan perangkat. Dengan pendekatan ini, tim keamanan dapat:

  • Mengidentifikasi ancaman lebih cepat

  • Mengurangi beban kerja analis

  • Tetap selaras dengan persyaratan PSPF


Kesimpulan

Ancaman dari dalam organisasi terus meningkat, baik dari manusia maupun AI agent. Untuk menghadapi risiko ini, instansi pemerintah membutuhkan sistem yang mampu memahami dan memantau perilaku secara cerdas.

Behavioural analytics membantu mendeteksi penyimpangan lebih awal, mengurangi risiko kebocoran data, dan menjaga kepatuhan terhadap PSPF. Dengan pendekatan ini, organisasi tidak hanya bereaksi terhadap serangan, tetapi mampu mencegahnya sebelum terjadi.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan exabeam indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi exabeam.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!