Di dunia keamanan siber saat ini, serangan tidak lagi selalu cepat dan mencolok. Justru sebaliknya, banyak serangan modern berlangsung secara pelan, diam-diam, dan sulit dideteksi.
Para penyerang—mulai dari hacker profesional hingga orang dalam (insider)—sering menyebarkan aktivitas mereka selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Mereka menggunakan akses resmi dan tools yang sah agar terlihat seperti aktivitas normal.
Masalahnya, banyak sistem keamanan saat ini tidak memiliki “ingatan” (stateless). Inilah celah besar yang dimanfaatkan oleh penyerang.
Apa Itu Sistem Stateless vs Stateful?
Untuk memudahkan, bayangkan dua cara melihat sebuah kejadian:
-
Stateless (tanpa ingatan): Setiap kejadian dilihat secara terpisah, seperti foto satu per satu.
-
Stateful (memiliki ingatan): Semua kejadian dirangkai menjadi cerita lengkap dari awal sampai akhir.
Sebagian besar sistem keamanan seperti SIEM dan XDR bekerja secara stateless. Artinya:
-
Mereka hanya melihat kejadian saat itu saja
-
Tidak menghubungkan kejadian lama dengan yang baru
Akibatnya, serangan yang dilakukan secara bertahap sering tidak terdeteksi.
Masalah Utama Sistem Stateless
Berikut beberapa kelemahan utama sistem tanpa “memori”:
1. Waktu Korelasi Terbatas
Sistem hanya menghubungkan aktivitas dalam waktu singkat (menit atau jam).
Serangan yang berlangsung lama bisa lolos tanpa terdeteksi.
2. Bergantung pada Aturan Tetap
Jika pola serangan tidak sesuai dengan aturan yang sudah ada, sistem tidak akan mengenalinya sebagai ancaman.
3. Kehilangan Konteks
Setelah sebuah insiden selesai, data lama dianggap selesai.
Jika ada aktivitas mencurigakan lagi, sistem menganggapnya sebagai kasus baru.
Solusi: Pendekatan Stateful
Pendekatan stateful menawarkan cara yang lebih cerdas. Sistem ini:
-
Menyimpan riwayat aktivitas pengguna dan perangkat
-
Menghubungkan semua kejadian dalam satu timeline
-
Terus memperbarui analisis berdasarkan data baru
Contohnya adalah Exabeam New-Scale Analytics, yang menggunakan model data berbasis sesi (Session Data Model).
Sistem ini tidak melihat log secara terpisah, tetapi menggabungkannya menjadi cerita lengkap yang terus berkembang.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Setiap aktivitas pengguna—login, akses data, perintah sistem—akan:
-
Dicatat
-
Diurutkan dalam timeline
-
Diberi skor risiko
Jika ada aktivitas baru, sistem akan:
-
Menghubungkannya dengan aktivitas sebelumnya
-
Memperbarui tingkat risiko
-
Menentukan apakah itu bagian dari serangan
Contoh Kasus: Ancaman dari Orang Dalam
Mari lihat contoh sederhana di sebuah perusahaan keuangan.
Profil Penyerang:
-
Administrator IT yang tidak puas
-
Memiliki akses tinggi
Tujuan:
Mencuri data pelanggan tanpa terdeteksi
Hari 1
Login malam hari melalui VPN
-
Sistem stateless: dianggap normal (kerja lembur)
-
Sistem stateful: dicatat sebagai perilaku tidak biasa
Hari 3
Menjalankan PowerShell untuk melihat data sistem
-
Stateless: aktivitas biasa
-
Stateful: dikaitkan dengan login sebelumnya → mulai mencurigakan
Hari 7
Mengakses server yang jarang digunakan
-
Stateless: alert terpisah
-
Stateful: digabung dalam satu rangkaian → risiko meningkat
Hari 12
Menyalin banyak data menggunakan tool resmi
-
Stateless: aktivitas aneh tapi tidak jelas
-
Stateful: bagian dari pola pencurian data
Hari 14
Mengunggah data ke cloud pribadi
-
Stateless: tidak terdeteksi
-
Stateful: dikenali sebagai tahap akhir serangan → alarm tinggi
Kenapa Banyak Sistem XDR Gagal?
Walaupun XDR sering disebut “pintar”, banyak yang masih setengah stateless.
Akibatnya:
-
Tidak bisa melacak serangan jangka panjang
-
Hanya mengenali pola yang sudah dikenal
-
Kehilangan konteks setelah insiden selesai
-
Sulit melacak aktivitas lintas perangkat
Keuntungan Pendekatan Stateful
Menggunakan sistem dengan “memori” memberikan banyak manfaat:
1. Mengurangi False Positive
Tidak semua aktivitas aneh dianggap ancaman, karena dilihat dalam konteks.
2. Investigasi Lebih Cepat
Timeline serangan sudah tersedia, tidak perlu dirangkai manual.
3. Deteksi Lebih Akurat
Serangan kompleks dan tersembunyi bisa terungkap.
4. Mengurangi Dampak Serangan
Serangan bisa dihentikan lebih awal sebelum kerusakan besar terjadi.
5. Memaksimalkan Tools yang Ada
Sistem ini bisa menggunakan data dari tools keamanan yang sudah dimiliki.
Cara Berpikir Baru: Dari Snapshot ke Story
Penyerang tidak bekerja dalam satu langkah. Mereka berpikir dalam bentuk rangkaian aksi (campaign).
Jika sistem keamanan Anda hanya melihat kejadian secara terpisah, maka:
-
Banyak petunjuk penting akan terlewat
-
Serangan bisa berkembang tanpa terdeteksi
Pendekatan stateful mengubah cara pandang ini:
-
Dari “foto” menjadi “film”
-
Dari potongan data menjadi cerita utuh
Kesimpulan
Keamanan siber modern membutuhkan pendekatan yang lebih cerdas. Sistem tanpa memori (stateless) sudah tidak cukup untuk menghadapi serangan yang semakin kompleks.
Dengan pendekatan stateful:
-
Semua aktivitas terhubung
-
Pola serangan lebih mudah terlihat
-
Respon bisa dilakukan lebih cepat
Intinya, untuk menghentikan serangan, kita harus melihat keseluruhan cerita—bukan hanya potongan-potongan kejadian.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan exabeam indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi exabeam.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!
